Find in Library
Search millions of books, articles, and more
Indexed Open Access Databases
Creative Learning in Covid-19 Pandemic: A Case Study in Major Subject, Church Music Department-The Way Bethel Theological Institute
oleh: Johanes Kristianto
| Format: | Article |
|---|---|
| Diterbitkan: | Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta 2022-06-01 |
Deskripsi
Within the pandemic era, the traditional education system has been transformed into e-learning based, with learning held through the help of the hardware, software, and the internet. Music higher educational system in Indonesia usually used direct engagement, but the pandemic changed this system to be e-learning based. E-learning separated lecturer and student by distance, where both have a problem: a bad signal, limited insight about meeting application, and audio delay. Therefore, the lecturer has to find a new way to encourage the student to find a novel learning habit during the pandemic, for instance, give the task to the student to upload a video to YouTube. This paper describes a novel learning habit in the music learning system during a covid-19 pandemic. In the qualitative method used in this paper, the writer interviewed six enrolled students from different majors, including piano, drum, and guitar. Data was collected with semi-structured interviews through Zoom meetings. The interview was in Indonesian, just a point of view that was translated into English. This paper found that students could interpret some values from this pandemic as follows: 1. How students got to manage a new approach based on remote learning? 2. What expertise of students can support the major subject? 3. How students got the priceless value of peer interaction during the pandemic? Pembelajaran Kreatif di Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus Mata Pelajaran Utama, Jurusan Musik Gereja-The Way Bethel Theological Institute Abstrak Dalam era pandemi, sistem pendidikan tradisional telah bertransformasi menjadi berbasis e-learning, pembelajaran tersebut ditunjang piranti keras, piranti lunak, dan internet. Sistem pendidikan musik di perguruan tinggi biasanya menggunakan pendekatan tatap muka langsung, tapi pandemik mengubah sistem tersebut ke dalam pembelajaran berbasis e-learning. E-learning memisahkan jarak dosen dan mahasiswa, keduanya memiliki kendala yang serupa, contohnya: sinyal yang buruk, pengetahuan yang terbatas dalam menggunakan aplikasi pertemuan, dan lambatnya suara yang diterima pendengar. Oleh karena itu, dosen perlu memikirkan ulang cara untuk mendorong mahasiswa menemukan kebiasaan belajar baru selama pandemi, misalnya memberikan tugas kepada mahasiswa dengan cara mengunggah video hasil belajar ke YouTube. Penelitian ini mendeskripsikan kebaruan dalam sistem pembelajaran musik selama pandemi. Kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini, penulis mewawancara enam mahasiswa aktif dari mayor yang berbeda; piano, drum, dan gitar. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan di aplikasi Zoom. Wawancara dilakukan menggunakan bahasa Indonesia, hanya poin-poin penting yang ditranslasi ke dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa dapat menginterpretasi beberapa nilai yang berharga dari masa pandemi ini, misalnya: 1. bagaimana mahasiswa mengelola pendekatan baru dalam pembelajaran jarak jauh? 2. mampu melihat kemampuan apa yang dapat menunjang perkuliahan mayor? 3. mahasiswa mendapatkan nilai yang berharga dari interaksi tatap muka selama pandemi?