PENGARUH AKTIVASI FISIKA DAN KIMIA ARANG AKTIF BUAH BINTARO TERHADAP DAYA SERAP LOGAM BERAT KROM

oleh: Rosalina Hasan, Tun Tedja, Etty Riani, Sri Sugiarti

Format: Article
Diterbitkan: Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak 2016-06-01

Deskripsi

<em></em><p><em>Cerbera odollam</em> Gaertn.<strong> </strong>activated carbon was<strong> </strong>derived from mangrove plant which is poisonous and planted as shade tree. The morphology of <em>Cerbera odollam</em> Gaertn. fruit is similar with coconut shell and the contains of lignin and cellulose is higher than coconut.<strong> </strong><em>Cerbera odollam</em> Gaertn. fruit was dried, cut and carbonized at 300<sup> o</sup>C, 400<sup> o</sup>C and 500<sup>o</sup>C. Then <em>Cerbera odollam</em> Gaertn. carbon was activated by physical steam activation and chemical activation, using H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub> (5% &amp; 10%) and KOH (5% &amp; 10%), at activation temperature 650<sup>o</sup>C and activation time 60 and 90 minutes. Proksimat analysis of <em>Cerbera odollam</em> Gaertn.<strong> </strong>carbon was carried out to determine moisture, volatile content, fly ash, fix carbon, ash content and iod adsorption, total chromium by using AAS. The result showed that activated carbon derived from <em>Cerbera odollam</em> Gaertn. fruit which was activated by KOH 5% at 60 minutes improved the chromium adsorption for about 99.474%.</p><p><strong>Keywords</strong>:             activated carbon, adsorption, <em>Cerbera odollam</em> Gaertn., chromium, physical and chemical activation<em><em> </em></em></p><p><em><br /></em></p><p><strong>ABSTRAK</strong><em></em></p><p>Arang aktif buah bintaro (<em>Cerbera odollam</em> Gaertn.) berasal dari tumbuhan mangrove bintaro yang beracun dan banyak ditanam sebagai pohon peneduh kota. Bentuk buah bintaro menyerupai serabut kelapa dan memiliki kandungan lignin dan selulosa yang melebihi tanaman kelapa. Buah bintaro dikeringkan, dipotong dan dikarbonisasi pada temperatur 300<sup> o</sup>C, 400<sup>o</sup>C  dan 500<sup>o</sup>C serta diaktivasi secara fisika menggunakan uap air dan secara kimia mengunakan H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub> (5% &amp; 10%) dan KOH (5% &amp; 10%) pada temperatur 650<sup>o</sup>C dengan waktu aktivasi 60 dan 90 menit.  Analisis proksimat yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan daya serap iod serta uji kadar krom total dengan menggunakan AAS. Adsorpsi krom dilakukan dengan penambahan asam sulfat 4 N hingga pH 4 sebelum diolah dengan arang aktif buah bintaro. Hasil penelitian menunjukkan arang yang diaktivasi dengan KOH 5%  dan waktu 60 menit mampu menghilangkan kadar kromium sebesar 99,474%.</p><p><strong>Kata kunci</strong>: adsorpsi, aktivasi fisika dan kimia, arang aktif, buah bintaro, krom<em><br /></em></p>