Hasil Pencarian - Liu Bei

Liu Bei

Portret Liu Bei dari [[Dinasti Tang]] oleh [[Yan Liben]] | y = Làuh Beih | tl = Lâu Pī | altname = Xuan De | c2 = 玄德 | l2 = (courtesy name) | p2 = Xuándé | w2 = Hsüan2-te2 | mi2 = | y2 = Yùhn-dāk | tl2 = Hiân-tik }} Liu Bei (Hanzi: 劉備 ; Pinyin: Liú Bèi; Han Kuno: *mə-ru *[b]rək-s (Baxter-Sagart); *m·ru *brɯɡs (Zhengzhang Shangfang)) nama kehormatan Xuande (161-223) adalah seorang tokoh terkenal di Zaman Tiga Negara. Ia lahir di Kabupaten Zhuo (sekarang di wilayah provinsi Hebei), merupakan keturunan dari Liu Sheng, Raja Jing di Zhongshan yang merupakan anak dari Kaisar Jing dari Han. Dihitung-hitung, ia masih paman dari Kaisar Xian dari Han yang memerintah waktu itu. Ia juga dikenal di kalangan Tionghoa Indonesia dengan nama ''Lau Pi'' yang merupakan lafal dialek Hokkian.

Karier politiknya dimulai dengan pemberantasan pemberontak Serban Kuning di akhir zaman Dinasti Han yang mengancam legitimasi dinasti tersebut bersama dengan 2 saudara angkatnya, Guan Yu dan Zhang Fei. Setelah berjasa atas pemadaman pemberontakan tadi, ia diberikan jabatan kecil sebagai penjabat bupati di sebuah kabupaten kecil di daerah Anxi.

Pada awalnya, karier politiknya sangat tidak mulus. Tidak punya wilayah sendiri untuk menyusun kekuatan, ia bahkan sempat mencari perlindungan dan menjadi bawahan daripada kekuatan-kekuatan lainnya pada masa tersebut misalnya Tao Qian, Yuan Shao, Lu Bu, Cao Cao, Liu Biao dan terakhir Liu Zhang yang kemudian menyerahkan Prefektur Yizhou kepadanya sebagai tempat menyusun kekuatan. Keberhasilannya di kemudian hari adalah karena muncul orang-orang di sekelilingnya yang membantu dalam banyak hal, seperti Zhuge Liang dan Pang Tong di bidang sipil, strategi dan politik; Guan Yu, Zhang Fei, Ma Chao, Huang Zhong dan Zhao Yun di bidang militer. Setelah menguasai Prefektur Yizhou dan Hanzhong, ia kemudian memaklumatkan diri sebagai Raja Hanzhong. Tahun 221, setahun setelah Cao Pi memaklumatkan diri sebagai kaisar, Liu Bei juga memaklumatkan diri sebagai Kaisar Han Liedi, mendirikan Negara Shu Han yang mengklaim legitimasi sebagai penerus Dinasti Han yang resmi telah tidak ada setelah proklamasi Negara Cao Wei. Sepeninggalnya, ia digantikan oleh anaknya Liu Shan yang tidak cakap memerintah. Seluruh urusan pemerintahan pada saat itu dibebankan kepada Zhuge Liang sebagai perdana menteri.

Secara budaya, karena popularitas cerita Kisah Tiga Negara karya Luo Guanzhong yang ditulis pada masa Dinasti Ming abad ke-14, Liu Bei dinilai luas sebagai pemimpin yang bijak dan berperikemanusiaan yang peduli kepada rakyat dan memilih tokoh bijaksana dalam pemerintahannya. Watak fiksinya di novel tersebut menjadi contoh panutan bagi seorang penguasa yang mematuhi aturan moral Konfusianisme seperti loyalitas dan kasih sayang. Secara catatan sejarah, Liu Bei seperti kaisar-kaisar Dinasti Han sebelumnya dipengaruhi besar oleh Taoisme. Ia merupakan seorang politikus ulung dan pemimpin yang hebat di mana keterampilannya adalah sebuah demonstrasi luar biasa terhadap konsep "Konfusianisme secara tampak, Legalisme secara praktik".), a style of governing which had become the norm after the founding of the Han dynasty.}} Disediakan oleh Wikipedia
  • Menampilkan 1 - 17 hasil dari 17
Perbaiki Hasil
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17